Yogyakarta 4 : A Hearts Hum at Alun-alun Kidul


Jalan2 di Djogja (7 – 8 – 9 maret 2009)

Menyambung cerita sebelumnya di Yogyakarta 3, kami berencana sehabis dari Borobudur langsung ke Keraton. Sekitar pukul 14.00 kami sampai di Malioboro dan menyempatkan diri belanja kaos Gareng ( Ervan dan Mantos kehabisan baju ). Dalam perjalanan menuju keraton kami menyempatkan berfoto ria di perempatan Monumen Peringatan Serangan Umum 1 Maret. Di sini untuk pertama kalinya saya melihat salah satu dari enam istana kepresidenan, ( dan kaya’nya yang tertarik cuman saya………. )

malioboro-1

Hari itu di Alun-alun Lor sedang di gelar bazar . Cukup sulit bagi kami berjalan santai karena sangat ramai. Sesampai di pintu masuk Keraton terbaca tulisan ” indah ” yang membuat kami terpana sesaat, Keraton tutup pukul 14.00………….. Seseorang menghampiri kami yang mungkin terlihat putus asa. Orang tersebut mengatakan bahwa Keraton akan dibuka lagi pukul 17.00 sampai 22.00 karena kebetulan hari itu adalah malam Grebeg Mulud. Kami pun memutuskan untuk kembali berjalan kaki menuju hotel dan nanti setelah Maghrib kembali ke Keraton. Dalam perjalanan menuju hotel gerimis turun dengan dinginnya yang keji.

Sesampai di hotel kami sempatkan berendam di kolam renang hingga pukul 17.00. Setelah Maghrib kita semua sudah siap sesuai rencana. Tapi masalah muncul lagi, tiket pesenan bis malam untuk esok hari yang sudah kami pesen ternyata sudah habis ( sebenarnya kami sudah memesan dan agen menyatakan ada, rencana akan kami ambil malam itu juga ). Kami pun bingung. Son dan Hadizt berangkat duluan untuk mencari agen tiket ( tidak berhasil juga).

19.00 WIB kami berkumpul lagi di angkringan pinggir jalan. Kami sepakat besok pulang pagi naik KA Fajar Utama Yogya. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Keraton. Ternyata semakin malam semakin ramai saja jalan saja sulit. Karena sudah lapar, kami makan Gudeg terlebih dahulu. Selesai makan kami langsung menuju Malioboro karena ingin belanja Dagadu asli yang tutup 21.00 . Tidak berbeda dengan jalan dekat Keraton, Malioboro tambah gila saja, macet. Kami berjalan ( tidak memungkinkan naik taxi ataupun becak ) begitu cepat tanpa melihat jam tangan. Dan akhirnya kami berhasil sampai di counter asli Dagadu Asli……….tepat 21.00…….TUTUP !!!! Dan sangat jelas tidak memungkinkan kami ke Keraton dengan waktu perjalanan yang sempit dan jumlah pengunjung yang melebihi jumlah biasanya. Seperempat jam kami istirahat dan menikmati hiruk pikuk keramaian Malioboro. Ramai lalu lalang kendaraan bermotor, becak dan delman dan pejalan kaki memperlihatkan daerah Malioboro begitu padat dan melelahkan.

Kami pun melanjutkan perjalanan mencari Dagadu dan oleh-oleh untuk orang terdekat dihati. Setelah berjalan ( tidak santai sama sekali ) sekitar dua kilometer kami pun memutuskan untuk naik becak. Kami diantar ke Kios penjual Dagadu ( yang menurut Son itu tidak asli ). Setelah selesai belanja oleh-oleh kami menuju tujuan akhir kami, Alun-alun Kidul.

Di Alun – Alun Kidul, 23.00, suasana sangat ramai. Kami berlima pun bermain suatu permainan kuno rakyat Yogyakarta yang selama ini masih sering dimainkan oleh para pelancong Alun-alun Kidul. Permainan itu adalah berjalan melewati dua Beringin Kembar dengan mata tertutup. Setelah capek kami berlima pun makan sosis tempura sambil melihat anak-anak muda yang sedang bermain. Saat kami asyik ngobrol dan menertawakan mereka yang melenceng jauh jalannya. Tiba-tiba datang seorang pengamen, kamipun request lagu Yogyakarta dan bernyayi bersama dengan musisi jalanan kota Yogyakarta itu.

Untuk ksekian kalinya kita menjadi pecundang.

Letih mulai merintih, dan

angin malam pun smakin leluasa merasuk dengki

segala kegagalan yang ada,

mengubur kilauan indah mimpi kita

seperti perawan dilanda rindu dendam

bulan pun bermuram pada durjana malam

begitu pula kita kawan, yang merindukan keberhasilan

namun semangatmu, tawamu sudah cukup

tuk obati luka dari perkelahian kita

dengan waktu……

Waktu sudah menunjukkan waktu 01.00. Kami putus kan untuk kembali ke Hotel. Tidak banyak pembicaraan dalam perjalanan ke hotel antara kami karena kami cukup lelah, hanya tawa lepas tanpa mengeluh. Tidak ada sedih, kecewa, ataupun marah di hati. Sudah cukup bagi kami bisa berkumpul dan berkumpul , karena………

…………………

Kesempatan seperti ini, tak akan bisa di beli

Bersamamu kuhabiskan waktu

Senang bisa mengenal dirimu

Rasanya semua begitu sempurna

Sayang untuk mengakhirinya

Janganlah berganti….

Tetaplah seperti ini….

( Ipang, Sahabat Kecil, OST. Laskar Pelangi )

Catt.

  1. Menurut informasi DAGADU Asli hanya ada di suatu Mall di Malioboro ( di situ tertulis Dagadu Asli hanya ada di sini ). Dari segi kualitas memang sangat jauh dari Dagadu2 yang ditunjukkan oleh tukang becak
  2. Cari informasi jadwal tempat Wisata yang akan dikunjungi, sehingga pengaturan waktu akan lebih baik

TamaT

Advertisements

3 thoughts on “Yogyakarta 4 : A Hearts Hum at Alun-alun Kidul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s