WAYANG….


Hai Teman,

WAYANG …. pasti sebagian besar kaum muda generasi millenium banyak yang bertanya, apakah itu?? Bukan suatu nama grup musik lah yang jelas…Kalau kita telaah lebih jauh, inilah awal mula kebudayaan yang menjadi cikal bakal kebudayaan masa kini. Saya akan jelaskan dulu falsafah apa yang ada di kesenian ini. Wayang berasal dari kata jawa “Ayang – ayang” yang artinya bayangan. Falsafah yang dapat kita ambil di sini adalah bayangan kehidupan manusia yang di wujudkan dalam kesenian. Semua tingkah laku dan sifat sifat manusia di wujudkan dalam selembar kulit mati yang di beri warna dan bentuk. SAma seperti manusia, yang berasal dari tanah dan di beri nyawa dan bentuk serta akal pikiran. Dalam suatu tokoh wayang menunjukkan karakter sendiri – sendiri yang nantinya akan memberi suatu kreasi dalam cerita di pewayangan.

Dalam kesenian wayang di dalamnya banyak sekali kebudayaan- kebudayaan yang lain misalnya seni tari, seni suara, seni gamelan. Ada beberapa faktor yang menyusun kesenian wayang dan memiliki arti sendiri-sendiri:

1. Wayang kulit/golek : merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menunjukkan karakter karakter dari figuran di dalam seni wayang. Kalau kita lihat di dunia nyata inilah yang di sebut makhluk hidup (Manusia,hewan,tumbuh-tumbuhan, iblis, setan,demit, dan konco koncone).

2. Kelir: merupakan kain yang terbentang luas yang digunakan untuk menata dan melakukan pertunjukkan wayang. Falsafah dalam dunia nyata adalah alam semesta (Langit, bumi, udara, tata surya)

3. Gamelan: musik yang mengiringi seni wayang. Falsafah yang dapat di ambil di sini, dalam dunia pasti ada suatu kondisi yang berada di sekitar kita, suara ramai, keadaan yang tenang, suara suara burung, geledek/halilintar, dan suasana yang lain ini di wujudkan oleh gamelan di pewayangan. Gamelan di operasikan oleh seseorang yang di sebut Niyogo.Disini juga ada seni musik nya dan suara. Yang menyanyikan tetembangan jawa di sebut Pesindhen.

4. Dalang: merupakan seseorang yang melakukan pewayangan dari awal sampai akhir. Dalang ini lah yang membuat karakter karakter wayang sebagai oran baik atau orang jahat. Falsafah di dunia nyata adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tapi jangan salah, di sini bukannya saya menjelaskan dalang itu menyatakan dirinya sebagai Tuhan loo….

5. Lakon: adalah suatu naskah cerita yang harus dilakukan di pewayangan. Falsafah di kehidupan adalah garis hidup kita. Apapun yang terjadi garis kehidupan kita sudah di tulis , hanya kita harus di wajibkan untuk berikhtiar dan berdo’a.

Kesenian wayang sekarang masih ada di daerah Yogyakarta, dan JAwa Timur bagian Selatan. Tapi ingatlah , kesenian ini malah berkembang di Luar negeri lo….saya masih kurang tahu di daerah mana sehingga masih belum cerita. Untuk tahu kisah selanjutnya …tunggu saja sampai saya bisa jalan – jalan ke sana……he he he

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s