Rupiah, Sebuah Nama Kecil, Sebuah Sejarah Kecil


Smiling Great General

Sekian lama mendengar kata “ Rupiah” dan selalu menggunakannya setiap hari aku sama sekali tidak tahu darimana asal kata “RUPIAH”.

Beberapa sumber mengatakan bahwa Rupiah berasal dari bahasa sansekerta, Rūpya yang berarti perak. Tidak mengherankan jika kita tidak jarang menderang orang berkata nilai uang bukan dengan rupiah tapi perak, misal sepuluh ribu perak. Sumber lain menjelaskan, Rupiah berasal dari mata uang India, Rupee.

Setelah kemerdekaan, mata uang yang digunakan adalah ORI ( Oeang Repoeblik Indonesia ). Penggunaan satuan ORI berlangsung sejak 1945 sampai 1949. Namun penggunaan ORI secara sah baru dimulai semenjak diresmikannya mata uang ini oleh pemerintah sebagai mata uang Indonesia pada 30 Oktober 1946 .  Pada 2 November 1949, secara resmi Rupiah menjadi mata uang Nasional. Walaupun sebenarnya sudah digunakan sejak kependudukan Jepang. Di awalnya, nilai Rupiah/ORI setara dengan Gulden Belanda, karena sebelum kemerdekaan mata uang yang digunakan adalah Gulden Belanda.

Pada tahun 1950 – 1956 digunakan Rupiah Seri RIS, dimana memang pada saat itu bentuk Negara Indonesia adalah Negara serikat.

DESAIN

Dalam sejarah desain pecahan Rupiah baru dua Presiden RI yang fotonya pernah menghiasi lembaran pecahan Rupiah, Ir Soekarno & Jendral Besar Soeharto. Namun yang paling banyak tentu saja Ir Soekarno. Foto Ir Soekarno sudah terpampang di pecahan rupiah sejak tahun – tahun awal kemerdekaan hingga sekarang (Rp.100.000,-). Sedangkan Soeharto hanya satu kali, pada pecahan Rp. 50.000,- yang dirilis sekitar tahun 1993.

Rupiah adalah cermin dari bangsa Indonesia. Beberapa pahlawan nasional lain juga pernah menghiasi pecahan Rupiah, seperti Jendral Soedirman, Pattimura, Diponegoro dan masih banyak lagi. Selain figure tokoh desain pecahan rupiah juga menggunakan satwa endemic, kebudayaan dan landscape.

Hingga tahun tahun 80-an, pecahan Rupiah belum ada tanda airnya ( gambar transparan). Di akhir 80-an mulai digunakan tanda air, yaitu pecahan Rp.500,- dengan tanda air Jendral A. Yani. Satu – satunya pecahan rupiah yang berbahan polymer adalah pecahan Rp.100.000,-

RUPIAH SAAT INI

Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto. Sampai sekarang nilai Rupiah belum kembali pada posisi “normal”. Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi didagangkan dengan pinalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi .

Berbagai teknologi telah digunakan untuk menghindarkan pemalsuan Rupiah saat ini. Teknologi cetak yang digunakan saat ini adalah :

1.       Rainbow printing , memberikan efek pelangi bila dilihat dari sudut berbeda

2.       Intaglio printing, memberikan efek kasar jika diraba

3.       Optical Variable Ink, memberikan efek perubahan warna bila dilihat dari sudut berbeda

Catt :

1.       Selain di Indonesia, Rupiah juga pernah digunakan di Timor Timur, namun hanya sampai 2001.

2.       Saat tulisan ditulis, nilai Rupiah merupakan nilai mata uang terendah ke-3 di seluruh dunia setelah Dong – Vietnam.

3.       Satu-satunya pecahan Rupiah yang berbahan polymer adalah pecahan

4.       ORI dicetak oleh Percetakan Canisius

Advertisements

One thought on “Rupiah, Sebuah Nama Kecil, Sebuah Sejarah Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s