Wat Pho : Temple of The Reclining Buddha


Wat Pho

Wat Pho

Tujuan pertama hari itu adalah Patung Buddha Tidur ( Reclining Buddha ) di Wat Pho (วัดโพธิ์),, daerah Phra Nakhon. Wat Pho sendiri adalah komplek pagoda (Wat) terbesar dan tertua di Bangkok. Dan juga merupakan tempat asal mula terciptanya teknik pijat tradisional Thailand. Nama resminya adalah Wat Phra Chetuphon Vimolmangklararm Rajwaramahaviharn (Thai: วัดพระเชตุพนวิมลมังคลาราม ราชวรมหาวิหาร), sebuah Wat yang dibangun sekitar 200 tahun sebelum Bangkok menjadi ibukota kerajaan.

Dari Suk 11 Hostel ( Sukhumvit District ) kami berangkat menggunakan MRT. Hari itu adalah hari senin tanggal 18 Mei 2009. Kami harus berjuang berdesak-desakan dengan para karyawan yang sedang berangkat kerja dan para anak sekolahan. Di Si Lom Station kami oper naik Sky Train arah ke Wongwian Yai di Sala Daeng Station dan berhenti di Saphan Taksin. Dari situ kami melanjutkan perjalanan menggunakan perahu Chao Praya Express.  Saat itu cuaca mendung.

Perjalanan menyusuri sungai Chao Praya merupakan hal yang baru bagi saya, karena selama ini belum pernah nemui kapal motor yang beroperasi di sungai Pulau Jawa. Saya sempatkan diri untuk memotret bangunan di sekitar tepian sungan dan perahu-perahu yang melintas.

Kami ber-enam turun di Tha Tien, karena dermaga ini paling dekat dengan tujuan pertama kami. Di Tha Tien kami menemui banyak pedagang makanan kecil. Sangat menggoda , tapi kami harus menahan diri.

Jarak Wat Pho dengan Tha Tien sendiri hanya sekitar 50 meter. Sebelum membeli tiket kami ber-enam berganti kostum dulu. Batik. Sayang Edo ga bawa batik. Selesai ” berdandan ” kami menuju loket. Harga tiket adalah 20 THB.

Baru berjalan sekian meter dari loket hujan turun …………………………………

Untung hujannya ga lama kami lanjutkan menikmati kunjungan ini. Kami memutuskan untuk mengunjungi Patung Buddha Tidur, Phra Buddhasaiyas,( Thai พระพุทธไสยาสน์ ).ketika mau keluar saja, jadi kami menuju kebagian belakang dulu.

Menurut informasi, Wat Pho awalnya adalah pusat pendidikan pengobatan tradisional di Thailand termasuk tempat pijat kesehatan. Bukan pijat yang body to body lho :P.

Sebagai komplek kuil terbesar yang dibangun oleh Rama I di Bangkok, Wat Pho memiliki luas keseluruhan sekitar 80.000 m2 dengan banyak bangunan prang dan khas Kmer.  Namun tidak semua bisa kami kunjungi, karena beberapa area tertutup.

Puas putar-putar kamipun balik ke arah Patung Buddha Tidur.

Untuk memasuki kuilnya, kita harus copot alas kaki. Jangan kawatir, pihak pengurus kuil menyediakan tempat penitipan gratis.

Memasuki pintu kita langsung melihat disuguhi pemandangan interior ruangan yang didominasi warna emas.Kemudian kita bisa melihat patung Buddha yang membujur kedalam. Patung sepanjang 46 m dan setinggi 15 meter ini dilapisi oleh emas. Di bagian telapak kakinya dihiasi beberapa mutiara yang tersusun membentuk lambang-lambang religius. Patung ini didesain untuk menggambarkan kepergian Buddha ke Nirwana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s