Tanjung Papuma-Eksotisme pulau-pulau batu


Erugren’s Journal date: 26 April 2010. It is cloudy and it seems going to rain. My friend asks me to go to Papuma peninsula. I am a little lazy because if it is rain at that place, it will be nothing to enjoy. I take the risk and decide to departure.

Meskipun aku tinggal di Jember, ini baru pertama kalinya aku pergi ke Papuma. Waktu aku kecil aku belum pernah mendengar tentang tempat ini. Baru satu tahun terakhir ini nama Papuma mulai santer terdengar dan terlihat olehku. Mungkin hal ini dipengaruhi oleh semakin pesatnya perkembangan dunia informasi umat manusia, antara lain facebook, majalah-majalah traveling, maupun website-website lainnya. Untuk menuju Jember sudah banyak transportasi yang tersedia yaitu Bis Patas, Bis Ekonomi, Kereta Api, dan Travel. Jika menggunakan Bis anda akan berhenti di Terminal Tawang Alun Jember setelah menempuh perjalanan sekitar 4-5jam dari Surabaya. Jika anda menggunakan Kereta Api, anda akan berhenti di stasiun KA setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam, yang lokasinya jauh dari terminal, sehingga anda harus naik angkot (lin) lagi menuju terminal. Dari terminal transportasi ke Papuma sulit. Jika ingin mudah sebaiknya naik Taxi  dengan waktu tempuh sekitar 1-2jam. Untuk menuju ke Papuma dapat menggunakan sepeda motor maupun mobil pribadi, jalanannya sudah diaspal sehingga cukup nyaman. Setelah Loket karcis anda akan melewati tanjakan dan tikungan yang perlu diwaspadai. Karena aku ingin cepat sampai dan tak ada waktu untuk berlama-lama, aku menggunakan mobil pribadi. Selama perjalanan banyak konvoi-konvoi sepeda motor anak-anak SMA yang baru lulus UN. Hal ini membuat perjalanan agak lama. Kebetulan juga mereka menuju ke papuma.

Akhirnya pada pukul 14:54 kita sampai juga di pantai, aroma laut tercium begitu keluar dari mobil, cuaca ternyata sangat cerah di sini. Tempat parkir sudah banyak tersedia. Warung-warung dengan hiasan kelapa muda di bawah pepohonan berjejer rapi dengan Toilet diujung. Beberapa polisi tampak berjaga-jaga untuk mengamankan suasana yang dimeriahkan oleh para anak SMA yang merayakan kelulusannya. Kita langsung berlari menuju pantai dan melihat hamparan pasir putih, batu-batu di tepi pantai, air laut yang biru kehijauan, dan pulau-pulau kecil membuat suasana begitu indah.

Menyisiri pantai menuju barat, aku melihat pulau-pulau kecil di sebelah kiri berjejeran seperti di Halong Bay Vietnam (berkhayal). Jika ingin ke salah satu pulau itu, ada pulau yang dapat dijangkau dengan mudah dari tepi pantai ketika ombak tidak pasang. Dekat pulau ini (di ujung pantai ) ada tebing / bukit yang dapat dinaiki dengan mudah, karena sudah dibangun tangga. Di Puncak terdapat gazebo, di sini kita bisa melihat pemandangan yang lebih indah lagi dengan ditemani hembusan angin sepoi-sepoi. Di balik tebing ini terdapat pantai lagi tetapi lebih berbatu, yang dapat di jangkau dengan mudah mengikut jalan yang sudah ada. Waktu menunjukkan pukul 16:30, mengharuskan kita untuk pulang karena ada urusan. Sayang sekali kita tidak bisa menikmati waktu sunset. Untuk itu ada rencana kita akan pergi ke tempat ini lagi suatu saat nanti.

Gugusan pulau

Perihal Papuma : Dari satu website (www.tanjungpapuma.com) yang saya buka, nama Papuma adalah kependekan dari Pantai Pasir Putih Malikan. Batu Malikan adalah batu yang bisa mengeluarkan bunyi-bunyian khas seperti musik bila terkena ombak. Batu Malikan merupakan karang-karang pipih yang mirip seperti sebuah kerang besar yang menjadi dasar sebuah batu karang besar, yang letaknya tak jauh dari tepi pantai. Ada tujuh batu karang besar di pantai itu. Tujuh batu karang disebut sebagai pulau kecil oleh warga setempat. Enam dari tujuh pulau itu memiliki nama yang sesuai dengan bentuknya. Konon, satu dari antara pulau tersebut dihuni oleh ratusan ular berbisa sehingga tidak ada masyarakat atau wisatawan yang bisa berkunjung ke pulau tersebut. Deretan gugusan pulau tersebut, yakni Pulau Batara Guru, Pulau Kresna, Pulau Narodo, Pulau Nusa Barong, Pulau Kajang, dan Pulau kodok. Bentuk enam pulau tersebut sangat khas. Seperti Pulau Kodok yang bentuknya mirip seperti kodok raksasa, sedangkan Pulau Narodo bentuknya mirip dengan topi dewa Narada. Pengunjung yang datang ke pulau-pulau batu karang itu, bisa duduk di atas Batu Malikan asalkan ombak laut tidak tinggi. Pantai pasir putih ini terletak kurang lebih 37 km ke arah selatan dari Kota Jember, atau kurang lebih 235 km dari Kota Surabaya. Papuma terletak di pantai Selatan Pulau Jawa, jadi harap tidak berenang di laut, karena ombak pantai selatan terkenal sangat berbahaya.

Biaya Perjalanan:

Bus Patas Surabaya Jember: Rp. 40.000

Bus Ekonomi Surabaya-Jember: Rp 24.000

Kereta Api Eksekutif Surabaya-Jember: Rp 55.000

Taxi Terminal-Papuma: Rp. 100.000 (perkiraan)

Tiket Masuk per orang: Rp 5000

Karcis Parkir Mobil: Rp. 2000

Advertisements

One thought on “Tanjung Papuma-Eksotisme pulau-pulau batu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s