Aku, Jalan – jalan dan Mie


Berada di China daratan selama 4 (empat) hari, ada beberapa kebiasaan yang menarik perhatian. Salah satunya adalah kebiasaan masyarakat China mengkonsumsi mie instant cup. Harusnya sebagai pecinta makanan berbentuk mie ( juga spaghetti) sejak TK, China menjadi surga bagiku. Sayang terkendala masalah halal dan tidaknya.

Kebiasaan makan mie cup-instant ini didukung oleh pengelola pelayanan umum dengan menyediakan fasilitas penyedia air panas matang secara gratis di beberapa pojok terminal dan stasiun. Juga disetiap gerbong KA . Tidak heran ketika kami melakukan perjalanan malam ( 18 jam ) Shanghai – Shenzen semua pada membawa bekal Mie Instan-Cup. Rasanya , enak, tajam banget rempah – rempahnya. Mak crutt ( halah………….. ). Tapi juga ada yang sedikit tawar ( foto diatas )

Mungkin karena mayoritas bukan muslim, kami kesulitan mendapatkan makanan yang berlabel Halal. Aku mendapatkannya di Supermarket Moslem daerah Niujie dan di salah satu stasiun pemberhentian Shanghai – Senzhen.

Pertama kali backpack, ke Thailand, kami membawa Pop Mie beberapa biji. Dan hampir setiap pagi kami sarapan mie. Bosen tapi nikmat buat ganjal perut hingga sore hari. Membawa Pop Mie berlanjut ke perjalanan selanjutnya kecuali ketika backpack ke Filipina dan China. Kenapa ? ga pengen bawa saja.

Di Manila, Filipina kami tidak kesulitan mendapatkan “Pop Mie” berlabelkan halal karena di 7eleven hampr semua yang kami datangi menjualnya. Beda di Hongkong kami kesulitan, tapi kami mendapatkannya di rumah makan  khas Indonesia. Benar – benar Pop Mie nya Indomie dan beberapa merk lain yang katanya diimpor langsung dari Indonesia.

Sebagai orang yang pengen menjadi muslim sepenuhnya (sering sholat 2 -3 waktu), keinginan untuk mencoba Mie (bukan instan) dengan bumbu asli China harus kami tanggalkan, takut haram. Padahal kami sempat menemukan banyak warung mie halal di sekitar Nanji Mosque, tapi pertimbangan tidak makan nasi seharian, hanya roti dan air putih, kami lebih memilih nasi putih.

Kata Ervan ( kalo ga salah), yang notabene  paling sering ke China, untuk China bagian utara Nasi adalah makanan mewah. Berbeda dengan bagian selatan. Mungkin betul juga, tapi aku belum sempat membuktikan.

Mie adalah makanan favorit. Kata Ibuku, aku ga inget soalnya, kalo tidak dimasakin Mie rebus tiap malam pasti aku ngambek. Seringnya makan mie plus msg mungkin sekarang berasa di aku. Aku jadi telat mikir dan sedikit bego ( hahahahahahha………. ). Terlepas itu semua, sesuai cita citaku sejak SD, tepatnya ditanya saat kelas dua, aku ingin jadi penjual Mie sukses ……… Mie Mak Crutt :p ……………….

Advertisements

One thought on “Aku, Jalan – jalan dan Mie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s