Di Ujung Musim Dingin : Menuju Tokyo


Ini adalah kedua kalinya kami ke Jepang. Jika tahun kemarin bulan februari sekarang kami memilih bulan Januari, karena kami ingin mengajak Ardi yang libur kuliahnya hanya di Januari dan Juni. Selain itu, di bulan Januari kami berharap bisa menikmati salju yang tahun kemarin di bulan februari hanya menemui cuilan salju di Kawaguci Lake.

18 Januari 2019

Kami berangkat dari rumah 14.00 menuju Soetta dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Sesampai di sana kami sempat menata kembali barang – barang yang akan masuk bagasi. Selesai menata ulang barang, kami pun makan sore, maklum sepanjang hari habis buat persiapan.

Hujan reda..

Saat pesanan makanan favorite nya datang ( sate ayam Senayan), Elang bilang mau muntah. Aku cukup panik, mau berangkat koq malah sakit, padahal sejak pagi tidak ada tanda – tanda dia sakit. Sebelum sempat keluar semua aku bawa Elang keluar dari “warung”.  Alhamdulillah, Elang bisa menahan muntah sampai tiba di restroom, so ga ganggu suasana makan di “warung”. Egois sekali bapaknya ini…….

 

Waktu sudah 16.30 lewat, kami mulai menuju counter untuk memasukkan bagasi. Di luar sana gemuruh hujan deras seperti memanggil pikiran yang tidak – tidak. Jam 18.10 kami boarding via Gate 13 dan tepat 18.40 kami take off menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Berbeda juga dengan tahun kemarin kami menggunakan ANA, armada yang gunakan sekarang adalah Garuda Indonesia dan transit dulu di Denpasar sekitar 3 jam.

Menuju Denpasar

Perjalanan menuju Denpasar ini cukup membuat jantung berdebar dan perut terasa diguncang. Saat itu mungkin jalur penerbangan sedang berawan ( untungnya tidak hujan ). Terus terang aku mabuk udara saat itu, kepala pusing dan perut mual sekali. Perjalanan 2 jam ini terasa begitu lama.

 

Tiba di Denpasar sekitar 21:50, transit sekitar 3 jam cukup untuk recovery sebelum perjalanan 7 Jam ke Tokyo. Selama masa transit, Elang sering menanyakan kapan berangkat. Dia memang sedang semangat – semangatnya karena dalam angannya Jepang adalah surga nya Ultraman. Dalam hati aku juga senang, Elang sudah tidak terlihat lesu. Memang suasana hati itu mempengaruhi kondisi tubuh.

Ketiduran nunggu Boarding

Jam 00.45 kami take off menuju Narita International Airport dengan Boeing 777.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s