Kanjeng Nyai Jimad : Pusaka Keramat di Museum Kareta Karaton


Museum Kareta Karaton

Museum Kareta Karaton

Setelah puas mengitari bagian utara Keraton ( Pagelaran ), kami ( aku, Chimot & Liox ) melanjutkan bagian tengah Keraton. Sehabis melewati Plengkung Jagasura, sebelah barat keraton, perhatian kami tertuju pada  Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta. Hmm…menarik juga, dan kami pun memutuskan untuk masuk.

Museum yang terletak di kawasan Roto Wijayan ini menyimpan sekitar 18 kereta resmi Kesultanan. Roto Wijayan secara etimologi berarti kereta kemenangan. Di dalam museum ini terdapat dua ruang utama dimana keduanya tersimpan 4 kereta keramat di masing-masingnya. Di sebelah timur kami bisa melihat sebuah kereta putih besar, namanya Kanjeng Kyai Roto Pralaya. Kereta ini merupakan kereta yang digunakan untuk mengantar jenazah Sultan melewati Plengkung Nirbaya dan menuju komplek pemakaman Raja-raja Jawa di Imogiri. Saat di dekat kereta ini auranya sedikit bikin aku merinding. Kereta lainnya yang kuingat adalah Kyai Jetayu, sebuah kereta made in Roto Wijayan yang digunakan Sultan untuk acara-acara resmi.

Ruang utama kedua ada disebelah barat. Saat memasuki ruang ini akan terasa aroma mistis yang kental. Aroma bunga kemenyan tercium di ruang ini. Disinilah terdapat kereta kencana tertua di museum dan paling keramat di Jawa, Kanjeng Nyai Jimad namanya. Kereta yang dibuat di pertengahan abad 18 (1740-1750) ini adalah hadiah dari Gubernur Jendral Jacob Mosel untuk Sultan HB I pada tahun 1750. Tidak mengherankan bentuk dari kereta anggun ini bergaya kereta bangsawan kerajaan eropa. Dengan empat roda, kereta tertutup ini diperkirakan ditarik delapan kuda. Kereta ini digunakan oleh Sultan HB I hingga Sultan HB III.

Kereta Kanjeng Nyai Jimad mempunyai ciri khas, yaitu patung wanita dengan posisi menyangga bagian depan kereta. Patung itu merupakan perwujudan dari Kanjeng Nyai Roro Kidul, Sang Ratu Laut Selatan. Inilah mengapa kereta pusaka ini memakai gelar Nyai, sebuah gelar kehormatan yang bersifat feminism. Sedangkan gelar Kanjeng merupakan gelar kehormatan tinggi untuk pusaka yang pernah digunakan oleh Sultan. Menurut penjelasan Guide, ketika Pangeran Mangkubumi akan mendirikan kerajaan di Yogyakarta, beliau minta izin kepada penguasa daerah itu, yang tak lain adalah sang Ratu. Sang Ratu mengizinkan asal dia diperkenankan menjadi istrinya dan istri dari keturunannya. Pangeran Mangkubumi menyanggupi permintaan asalkan sang Ratu ikut menyangga kekuasaan Kerajaan yang akan didirikan. Dari situlah kenapa posisi patung wanita seperti menyangga, dimana kereta bisa dikatakan personifikasi dari kesultanan Yogyakarta. Kereta ini rutin setiap setahun sekali dijamasi (dimandikan), tepatnya pada selasa kliwon atau jumat kliwon pertama di bulan Suro penanggalan Jawa atau bulan Muharram penanggalan Islam. Sedangkan kereta lainnya tidak selalu dijamasi dalam satu tahun, hanya satu saja setahun secara bergiliran untuk mendampingi Kanjeng Nyai Jimad.

Kereta pusaka lain di ruangan ini adalah Kanjeng Kyai Garuda Yaksa. Kereta ini merupakan kereta termewah dan terbesar ini namanya mempunyai arti burung matahari. Kendaran resmi Sultan HB IV sampai Sultan HB X yang digunakan di setiap upacara kebesaran ini dibuat pada sekitar tahun 1867-1869 di Hermans & Co Denhaag. Penobatan Sultan HB VIII, IX dan X menggunakan kereta ini. Di ruang ini juga terdapat kereta yang pernah digunakan Pangeran Diponegoro, yaitu Kanjeng Kyai Mondro Juwolo. Sebelum sampai di pintu keluar kami menemui koleksi beberapa jenis Kereta Landouwer. Ukurannya lebih kecil dari 8 kereta di ruang utama. Dalam operasinya kemungkinan ditarik oleh dua kuda.

This slideshow requires JavaScript.

Catt :

  1. Dari Pagelaran, Alun-alun Utara berjalan ke arah barat. Posisi museum di sebelah barat jalan
  2. Tiket masuk @ IDR 3000, Kamera @ IDR 1000
  3. Buka pukul 08.00 – 13.00 WIB
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s