Ber-Bus Ria di Makkah dan Madinah


Ada tidak sich opsi transportasi selain taxi ? Pertanyaan ini muncul dibenakku ketika berencana ambil miqat dan mengunjungi Gua Hira. Taxi sudah menjadi pilihan utama para Jemaah untuk mengambil miqat di Tanim selain menggunakan fasilitas transportasi yang disediakan agen travel. Bisanya untuk satu kali perjalanan, hotel – Masjid Aisha – Masjidil Haram sekitar 40 – 50 SAR per taxi, atau 10 SAR per orang untuk rombongan lebih dari 4 orang. Itu tergantung kemampuan tawar menawar. Namun akhir – akhir ini ada opsi taxi online juga.

Iseng – iseng aku cek gmap dan memilih opsi kendaraan umum. Ternyata ada Makkah Bus. Di kemudian hari saat scrolling Thread, opsi menggunakan Bus sudah terinfo juga. 

Sayang di Gmap tidak tertera tarifnya. Tidak seperti saat kita gunakan di tanah air atau di negara lain, yang menampilkan estimasi tarif. Berdasarkan situs resmi Makkah Bus tarifnya ternyata flat 4 SAR (regular) dan 7 SAR (ekspres) untuk sekali perjalanan.

Terus bagaimana mekanisme bayar atau ? 

  1. Bisa beli cash langsung di konter tiket pada Main Station ( tidak pakai istilah terminal di Indonesia).
  2. Tapping menggunakan Makkah Bus Smart Card. 
  3. Scan barcode via Aplikasi Makkah Bus. Untuk menggunakan ini kita harus punya kartu kredit. Oiya jangan sekal- sekali screen shot barcode yang ada di aplikasi ya, karena akan menyebabkan barcode awal tidak berlaku.

Makkah Bus Smart Card bisa dibeli dan ditop-up di Main Station atau di Ticket Vending Machine (TVM) di beberapa halte. Sayang setiap aku menemukan TVM semua rusak. Saya mendapatkanya di Station Shaeb Amer, itu pun mesti pagi. Kalau siang cuman melayani pembelian tiket saja.

Terminal Al Marwa – Makkah Bus Card, dekat Terminal Shaeb Amer.
Kudai 29
Halte Kudai 29

Bagaimana dengan haltenya ?  Haltenya di tepi jalan dengan bentuk standar tidak seperti halte busway BRT. Jadi kalau siang tentu saja panas. Bahkan ada halte yang tanpa penanda (mungkin belum dibangun).

Kalau di Madinah ada ga ?

Ada dunk, infonya baru 2024 Madinah Bus ini beroperasi. Ini bisa jadi opsi transportasi jika kita pengen ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain atau ke Jabal Uhud dengan biaya terjangkau.

Halte Al Munakhah Tunnel A – Madinah Bus

Untuk pembayaran kita bisa menggunakan kartu debit/kredit berlogo visa. Aplikasi juga ada, namun selama di sana saya tidak bisa akses kecuali menggunakan VPN karena server nya menggunakan server USA dan KSA.  Sedangkan untuk pembelian tiket secara offline bisa dilakukan di main station saja. Tarif sebesar 3,46 SAR untuk sekali perjalanan.

Berbeda jauh dengan halte Makkah Bus, halte untuk Madinah Bus lebih banyak hanya berupa Tiang penanda saja. Malahan ada halte tanpa ada sama sekali penanda. Karena inilah sepulang dari Masjiq Qiblatain, saya 2 kali terlewat. 

Kebetulan saat naik Madinah Bus, drivernya  Bernama Hj Amin. Beliau asli Rangkas Bitung dan lebih dari 10 tahun bekerja di KSA. Info dari beliau, sebenarnya tidak perlu bayar tiket untuk naik Madinah Bus karena sudah dikontrak 3-5 tahun oleh pemerintah KSA. Lha terus kenapa masih diberi opsi bayar tiket ? hasil dari penjualan tiket dimasukkan ke Kas Masjid. Luar biasa khan……..

Kalau bicara efisiensi semua tergantung apa yang dibutuhkan. Jika pengen cepet dan nyaman tentu saja Taxi. Jika banyak rombongan lebih baik carter. Semua tergantung pada masing – masing kebutuhan.

Leave a comment