One Dollar Man : Pemalakan (ga) Liar di Wat Phnom


Wat Phnom

Wat Phnom

Hampir 8 jam perjalanan kami tempuh dari Ho Chimin ( Vietnam ) ke Phnom Penh ( Kamboja ). Jadwal  mengunjungi object pun masih padat. Saat itu adalah hari Minggu, 20 Desember 2009, ada dua object yang harus kami kunjungi hari itu. Dua object itu adalah Wat Phnom dan Sisowath Quay.

Kami diturunkan Bus di Blvd Samdach Preah Sihanouk. Untuk menuju ke hostel, kami memilih untuk jalan., maklum budget memang tipis. Kami pun menyusuri gang-gang sepanjang jalan Blvd Republique Pupolaire. . Sekitar 15 menit kami baru sampai di penginepan. Setelah check in kami pun langsung menuju object pertama, Wat Phnom.

Awalnya kami mau jalan saja. Tapi setelah mempertimbangkan waktu dan tenaga, akhirnya kami sewa Tuk – tuk. Hanya butuh 10 menit untuk sampai ke Wat Pnomh. Sepanjang perjalanan kami begitu semangat. Mantos berlagak seperti pembawa acara traveling dengan menjelaskan object tujuan dengan Chimot sebagai kameramennya dengan handycam kesayangannya. Sedangkan Ervan sibuk dengan Canon nya.

Sesampai di Wat Phnom, kami pun segera menggelar spanduk “engineear”. Kampung banget khan ? hahahaha……. . Baru sempat ambil foto tiba – tiba seorang petugas menghampiri kami menanyakan isi spanduk. Setelah kami jelaskan dia memanggil atasannya. Atasannya pun datang dan menanyai kami kembali. Rupanya petugas pertama ga ngerti bahasa inggris. Setelah panjang lebar menjelaskan, bahwa isi spanduk itu hanya  sebagai  iseng2an saja, petugas itu tetap melarangnya. Ya sudah …. Kami pu  menggulungnya kembali dan melanjutkan naik ke Wat Phnom.

Begitu banyak kera di sini. Maklum mereka adalah hewan suci. Chimot pun ta segan-segan bercengkrama dengan kerabat dekatnya di Kingdom Animalia itu.

Perlahan – lahan kami menaiki bukit kecil buatan Phnom. Wat nya sendiri sebenarnya dibangun dari bata yang dicat putih. Wat Phnom merupakan simbol dari kota Phnom Penh. Ada yang bilang dibangun tahun 1372, yang lain 1422.

Ketika lagi asyik memotret, tiba – tiba datang lagi petugas. Kami tidak inget petugas yang tadi atau yang lain. Tiba dia berkata “ One Dollar “

“ What ? pardon Sir ? “  aku mulai negative thinking

“You here, One Dollar “

“ I don’t see any locket here, It’s free I think… “

“ No One Dollar “

“ But I haven’t known yet, if we must pay for this place “

“ No One Dollar “

Pemalakan Liar ini, pikirku. Chimot pun dengan bijak memberikan satu dolar untuk dikasih ke petugas. Sialan.

“ No One Dollar “

“ What ?, that’s One dollar Sir “

“ No One Dollar “

“ Damn ! do you mean one dollar per person ? “

“ One Dollar “

Ku sambar uang yang baru saja ku kasihkan itu

“ C#k !! raimu !! “

“ Wes Mot, mudun wae ( Dah Mot, kita turun saja) . Mood kami langsung hilang. Semangat  kami yang menggelora saat menuju ke sini sirna begitu saja. Kami berempat turun dengan bersungut dengan tidak melupakan sumpah serapah ( kami disini saya dan Mantos, Ervan dan Chimot ga pernah begitu 😛 ). Kami ga nyangka ternyata ada juga pemalakan liar dari oknum “petugas” di negeri ini. Udah gitu bodoh lagi, ga bisa bahasa inggris.

Chimot pun langsung update status ke FB kalo kena pemalakan liar di Wat Phnom. Saat itu kamo benar kehilangan mood menikmati kota Phnom Penh.

Seminggu setelah kepulangan dari VLK Trip

Bermula isengnya Chimot browsing tentang Wat Phnom Penh. Chimot menemukan informasi bahwa wisatawan luar negeri memang diharuskan membayar 1 dollar untuk Wat Phnom. Ternyata kami telah salah sangka. Memalukan sekali. Kami kurang watch membaca informasi…………  :p Maafkan kami Pak…

Advertisements

One thought on “One Dollar Man : Pemalakan (ga) Liar di Wat Phnom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s