Istana Bogor : Alam, Wanita & Sejarah


Sudah lama aku pengen masuk Istana Kepresidenan. Sebagai seorang yang suka baca – baca sejarah negeri tidaklah mengherankan khan ?  Tapi selama itu belum ada kesempatan mengunjungi Istana kepresidenan. Paling – peling cuman sekedar liat dari luar saja. Hmm……sebenarnya pernah sih, waktu SMP, yaitu Istana Tapak Siring Bali, sayang saat itu terlalu muda bagiku untuk mengerti atau menikmati bangunan bersejarah.

Kesempatan akhirnya datang juga ketika HUT Kota Bogor. Istana Bogor dibuka  untuk umum. Kebetulan saat itu aku lagi kerja praktek lapangan. Salah satu senior mengusulkan setelah kegiatan selesai, mengunjungi Istana Bogor. Membahagiakan …………….. J ga semua orang bisa memasukinya, dan ga setiap waktu dibuka untuk umum.

Istana Bogor

Istana Bogor

Buset….. kegiatan selesai jam 3 sore dan waktu kunjungan sudah habis. Yah….gimana nih. Untung senior berinisiatif untuk minta rekan – rekan kerja yang sering berhubungan dalam hal pekerjaan dengan pengurus Istana. Akhirnya kami mendapatkan waktu khusus kunjungan.

Jam setengah empat kami sampai di Istana Bogor. Kami diantar langsung oleh Kepala Pengurus Istana. Memasuki area kunjungan , beliau mulai bercerita tentang sejarah Istana Bogor yang dulu bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti “ga perlu kawatir”. Seperti motto Pumba difilm favoritku Lion King, “ Hakuna matata “.

Tidak terkecuali aku, semua antusias menikmati kemegahan istana ini. Potrat sana potret sini. Apa lagi kalo udah ada patung cewek bugil. Kalo yang terakhir aku tidak termasuk, ya mungkin sudah terbiasa liat gituan, maksudnya sesuatu yg mirip seperti itu :p.

Bangunan pertama yang kami masuki adalah Bangunan Sayap kiri. Di tempat ini terdapat 6 kamar yang biasanya digunakan menginap tamu Negara. Lukisan – lukisan portrait perempuan mendominasi ruangan ini. Di salah satu kamar , yaitu ujung kanan, merupakan ruangan yang digunakan honeymoon putri pertama presiden ke dua RI. Di ruangan tersebut juga terdapat karpet pemberian dari presiden ke 5. Spesial …………

Lanjut ke bangunan utama. Memasuki bangunan utama kita bisa melihat proyektor yang dulu nya digunakan untuk nonton film. Disalah satu dindingnya terpampang lukisan yang bertemakan Kiamat dan yang lain bercerita tentang pertarungan Jatayu dan Rahwana dalam memperebutkan Shinta. Di samping terdapat ruang makan, ruang sidang menteri, kantor presiden dan ruang baca presiden. Di ruang kantor presiden terdapat lukisan besar ya sekitar 2,5 x 4 meter, “The Russian Wedding” karya Makowski.

Di ruang penyambutan tamu dihiasi lukisan portrait 6 presiden RI.  Sebelum memasuki Ruang Garuda terdapat 2 cermin yang berhadapan sehingga “menimbulkan” efek seribu bayangan. Tidak heran jika dinamakan Cermin 1000. Dibelakang Ruang Garuda terdapat teras yang menghadap langsung ke Kebun Raya. Dulunya kawasan Istana gabung dengan Kebun Raya, tidak dengan sekarang. Dari sini terlihat Patung Hand of God dan Hercules. Patung terakhir membuat saya malas. Patung cowok naked…..damn :p

Bangunan terakhir adalah bangunan sayap kanan. Beda dengan bangunan sayap kiri. Kebanyakan lukisan disini adalah pemandangan, selain itu likisan portrait beberapa pahlawna nasional seperti W.R. Supratman. Alam, Wanita dan Sejarah , aku banget tuh :p.

Sebelum pulang temen – temen pada foto dengan primadona Istana Bogor. Patung Si Denok. Ada yang foto dengan gaya – gaya yang ga “senonoh”. Hihihihihi………… Btw, Si Denok pesanan khusus Presiden Soekarno ini dibuat dari batu yang dibawa langsung dari Tasikmalaya. Menurut informasi betuk model tubuhnya diambil dari anak pelukis Ernest Dezentje sedangkan wajahnya dari wajah Ara, anak pegawai istana. Fantasi luar biasa , hihihihihi………… Benar – benar hebat, padahal saat itu belum ada program, Adobe photoshop. Salut buat Pak Karno, sebagai pecinta wanita.

Si Denok

Si Denok

Waktu kunjungan selesai. Asyik. Tapi tiba – tiba kami dikasih kejutan. Wow !!! melihat koleksi pribadi lukisan Soekarno. Koleksi ini tidak dipamerkan secara umum. Sangan ga cocok buat laki – laki yang ga siap mental. Hihihihi………

Over all , ini kunjungan yang menyenangkan. Thank buat Petugas Istana dan Bapak – bapak kantor cabang Bogor.

Catt :

1. Menurut informasi, Istana Bogor berhadapan lurus dengan Istana Merdeka

2. Istana Bogor merupakan titik nol dari Kota Bogor

3. Awalnya berlantai 3 dan dibangun sejak 1744 oleh Gubernur Jendral Gustaaf Willem Baron Van Imhoff sebagai tempat istirahat

Advertisements

One thought on “Istana Bogor : Alam, Wanita & Sejarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s